LHOKSUKON – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Pase Aceh Utara hingga Selasa (30/12/2025), sudah menyalurkan sebanyak 446 tangki bantuan air bersih kepada warga terdampak banjir di berbagai wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Total air bersih yang disalurkan selama masa tanggap darurat banjir tersebut mencapai 1.648.000 liter atau setara 1.648 ton.
Bantuan air bersih ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar air minum dan sanitasi masyarakat, termasuk di sejumlah titik pengungsian dan fasilitas pelayanan publik.
Data penyaluran tersebut diperoleh Serambinews.com dari “Laporan Bantuan Air Bersih Bulan Desember 2025” Perumda Tirta Pase Aceh Utara.
“Berdasarkan data rekapitulasi terakhir, Perumda Tirta Pase telah melakukan 446 trip pengiriman dengan total volume air mencapai 1.648 ton,” ujar Direktur Perumda Tirta Pase Aceh Utara, Imran ST MSM, kepada Serambinews.com, Selasa (29/12/2025).
Imran menjelaskan, sepanjang periode pelaporan, armada mobil tangki air bersih didistribusikan ke berbagai lokasi, mulai dari pengungsian di masjid, permukiman warga terdampak, hingga fasilitas pemerintah dan aparat keamanan.
Pada tahap awal penyaluran, bantuan air besih disalurkan ke Pengungsian Masjid Baktiya, Pengungsian Masjid Matang Bayu, masing-masing sebanyak satu trip.
“Distribusi terus diperluas ke lokasi-lokasi strategis, termasuk Pendopo Aceh Utara serta sejumlah desa dan titik pengungsian yang mengalami kesulitan akses air bersih,” kata Imran.
Air bersih tersebut bersumber dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lhoksukon yang berada di Desa Reudeup dan Desa Meunasah Asan.
Dalam proses distribusi, Perumda Tirta Pase juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, Polres Aceh Utara, serta relawan di lapangan.
Menurut Imran, rekapitulasi bantuan air bersih tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi penyaluran, tetapi juga bahan evaluasi agar distribusi air bersih ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Rekap ini menjadi acuan kami untuk memastikan layanan air bersih tetap berjalan optimal bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara, khususnya di masa darurat bencana,” pungkasnya.
Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirta Pase dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak banjir.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar, terutama dalam situasi darurat seperti bencana banjir.
Saya mengapresiasi langkah cepat Perumda Tirta Pase yang terus menyalurkan air bersih kepada warga dan pengungsi. Ini sangat membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Ismail A Jalil.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan terus mendorong seluruh perangkat daerah dan BUMD untuk bersinergi dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi dengan baik.









