Tirta Pase Perumda Pertama di Aceh yang Produksi Air Minum Dalam Kemasan, Akan Didistribusi via BUMG

LHOKSUKON – Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Pase, Aceh Utara mencatatkan sejarah baru dengan resmi memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk ‘Ieloen’.

Bahkan Perumda Tirta Pase menjadi perusahaan pertama milik pemerintah di Aceh yang memproduksi air kemasan.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pase, Imran, menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat peringatan Air Sedunia yang diadakan di Wisata Taman Air kawasan Instalasi Pengolah Air (IPA) III Desa Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (22/3/2025) sore.

Peringatan Air Sedunia itu juga dirangkai dengan buka puasa bersama.

Dalam kegiatan itu juga diadakan penekenan nota kesepahaman bersama terkait dengan pendistribusian AMDK itu kepada masyarakat melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai agen utama di tingkat gampong.

Langkah ini merupakan bagian dari kemitraan dan kerjasama antara Perumda Tirta Pase dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Aceh Utara.

Nota Kesepahaman mengenai pengembangan usaha dan distribusi AMDK ‘Ieloen’ ditandatangani oleh kedua pihak, Sabtu (22/3/2025).

Kedua pihak dimaksud, yakni Dirut Perumda Tirta Pase, Imran ST dengan Kepala DPM PP dan KB Aceh Utara, Fuad Mukhtar yang diwakili Kabid Dana Desa, Said Muhammmad Hasanuddin.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran ST, mengungkapkan kebanggaannya bahwa Perumda Tirta Pase adalah satu-satunya perusahaan di Aceh Utara yang telah berhasil memproduksi air minum kemasan.

“Kami telah melakukan uji laboratorium dan produk ini siap dipasarkan. Dalam waktu dekat, air kemasan ini akan memiliki sertifikasi SNI dan label halal,” kata Imran.

Imran juga menambahkan bahwa kerja sama dengan BUMG memberikan peluang besar bagi gampong-gampong di Aceh Utara untuk berpartisipasi dalam distribusi AMDK ‘Ieloen’.

Dari 852 desa di Aceh Utara, lebih dari 400 desa sudah siap bekerja sama.

“Untuk langkah awal, kami akan melibatkan 50 hingga 100 gampong dan memberikan margin yang besar bagi mereka,” ungkapnya.

Sepeerti diketahui, baru-baru ini Perumda Tirta Pase berhasil melahirkan tiga inovasi untuk pengembangan perusahaan daerah itu yaitu Taman Wisata Air Tirta Pase.

Kemudian pabrik air kemasan isi ulang “Ieloen” dan Ruang Kontrol Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Sebelumnya lokasi tersebut adalah area pembuangan lumpur.

Namun, kini kawasan lumpur tersebut disulap Imran ST bersama jajaran, menjadi taman edukasi dan rekreasi, lengkap dengan ruang terbuka hijau, wahana air, kolam renang, dan air terjun.

Dengan memanfaatkan teknologi SCADA, memungkinkan dilakukan pengawasan produksi air di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Aceh Utara, dengan rencana pengembangan hingga pemantauan distribusi ke rumah-rumah.

Sumber : www.serambinews.com

Bagikan halaman ini